Kadishub Sumsel: Silahkan Kawan-kawan Driver Taksol Datang Langsung

Selasa, 30 Januari 2018 13:35 WIB
Kadishub Sumsel: Silahkan Kawan-kawan Driver Taksol Datang Langsung
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel Nelson Firdaus menampung aspirasi para perwakilan driver taksi online (taksol) pada rapat paparan Kasatlantas terkait Pergub No 2 Tahun 2018 di Aula Dishub Sumsel, Selasa (30/1/2018). 

PALEMBANG - Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel Nelson Firdaus meminta para driver taksi online (taksol) mengurus persyaratan operasionalnya.

"Pergub No 2 Tahun 2018 ini turunan Permenhub 108 tahun 2017. Nanti bulan 2 akan akan operasi simpatik bentuk sosialisasi Pergub. Kan aturan sudah ada sudah jelas.

Mohon mentaati. Kapan berlakunya Pergub, itu bulan dua. Tiga bulan setelah diundangkan," ungkap Nelson Firdaus saat memimpin rapat paparan Kasatlantas terkait Pergub No 2 Tahun 2018 di Aula Dishub Sumsel, Selasa (30/1/2018).

Nelson mengungkapkan para driver yang mengeluhkan bagaimana mendirikan akte biayanya Rp 15 juta.

"Itu sudah aturan seperti itu. Ada 2. Lewat badan usaha, satunya lewat koperasi. Kita duduk di sini mencari jalan terbaik.

Tidak ada kewenangan kami membatalkan Permenhub 108 itu. Tidak ada Dishub ingin bermain-main dengan masalah ini.

Silahkan daftar datang ke PTSP. Kuotanya 1.700. Untuk di Palembang 1.000. Yang daftar baru 10 orang.

Ini kan bisa dimanfaatkan orang tidak bertanggungjawab mengatakan ini sudah 900 sekian yang daftar.

Saya tidak ada merekomendasikan koperasi mana. Silahkan sampaikan ke PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu).

Bukan ranah saya. Termasuk seperti untuk SIM A Umum ngurus ke Satlantas," kata Nelson.

Kanit Regiden Satlantas Polresta Palembang, Iptu Ricky Mozam menjelaskan kenapa para driver taksol diminta harus memiliki SIM A Umum dan diharapkan mengurus langsung tanpa melalui calo.

"Kalau rekan-rekan nanya kenapa pakai SIM A umum, itu karena bawa penumpang umum.

Sudah ada yang tes belum. Kok bisa menjudge oh sekian. Bilang Rp 1,2 juta. Jangan dengan calo.

Silahkan searching di internet berapa biaya pembuatan SIM A Umum," tegasnya.

Dijelaskannya Klinik mengemudi Rp 50 ribu, biaya PNBP Bank Rp 120 ribu.

Salah seorang driver taksol mengungkapkan berharap mendapatkan penjelasan agar informasi tidak simpang siur.

"Kita duduk bareng ini kita dipaparkan. Kita tidak menolak 108. Bapak sebagai Kadis agar menjelaskan sejelas-jelasnya.

Ini terkesan driver jadi santapan pihak ketiga. Kami diperas pakai stiker.

Ini pas dengan bensin pun Alhamdulillah. Masalah koperasi jadi santapan betul.

Mereka terang-terangan mengatakan sudah MoU. Kalau tidak masuk koperasi dak masuk kuota.

Syaratnya berat dan biaya masuknya luar biasa. Ada yang minta Rp 3 juta sampai Rp 15 juta.

Apakah CV yang bisa menaungi tanpa mengeluarkan biaya besar," katanya.

Dikatakannya, dengan telah membuat SIM A yang tidak lebih biayanya Rp 200 ribu. KIR Rp 30 ribu.

"Apakah tidak mubazir saya tahan DP mobil lihat prospek tadinya. Kami melihat baik aturan ini.

Kalau tidak MoU hari ini percuma. Kalau dialog-dialog sudah bosan. Stiker itu syarat.

Dengan ada stiker itu menandakan Anda resmi. Kalau terjadi apa-apa, kepolisian cepat menanganinya karena kendaraan Anda ada tanda.

KIR itu Anda bisa datang langsung ke Dishub kota. Daripada dengan perwakilan.

Apakah dengan kami sudah memasang stiker yang ukurannya cukup terlihat, apakah ada jaminan keamanan pemerintah," ujarnya.

Penulis: Advertorial
Editor: pemprovsumsel
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
5554 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas