LRT Segera Rampung. Kadishub Sumsel tak Khawatirkan Suporter SFC Naik LRT

Jumat, 5 Januari 2018 16:13 WIB
LRT Segera Rampung.  Kadishub Sumsel tak Khawatirkan Suporter SFC Naik LRT
PEMPROV SUMSEL
LRT bersebelahan dengan Jembatan Ampera 

PALEMBANG - Menjelang rampungnya pembangunan LRT (Light Rail Transit), Plt Kadishub Sumsel Nelson Firdaus mengajak agar masyarakat pengguna LRT kiranya dapat menjaga keamanan, kebersihan dan membiasakan budaya antre nantinya.

"Mari sama-sama kita jaga keamanan, kebersihan dan membiasakan budaya antre, sehingga aset yang dibangun dengan biaya yang mahal ini dapat terjaga dengan baik," seru Nelson, Jumat (5/1/2018).

Ia juga menyatakan tidak mengkhawatirkan bakal terjadi kerusuhan antar suporter jika para suporter sepakbola diperbolehkan naik LRT.

"Soal keamanan nantinya akan ditangani secara khusus untuk menjaga yang pasti seluruh masyarakat Sumsel boleh menikmati LRT nantinya," kata Nelson.

Plt Kadishub Sumsel Nelson FirdausPlt Kadishub Sumsel Nelson Firdaus (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Menurut Nelson masyarakat Sumsel secara luas dipersilahkan menggunakan jasa transportasi massal yang akan selesai pada akhir Februari nanti direncanakan dilakukan uji coba pada Juni 2018.

Sebab LRT yang dibangun untuk menunjang Asian Games 2018 dan akan menjadi aset bagi pemerintah provinsi untuk mengatasi masalah kemacetan khusus di kota Palembang.

LRT dibangun untuk kepentingan masyarakat umum tidak terkecuali para suporter Sriwijaya FC (SFC) yang hendak menonton tim kesayangannya di masa akan datang.

Diketahui suporter SFC sekarang terbagi menjadi tiga kelompok yaitu Singa Mania, Sriwijaya Mania, dan Ultras.

"LRT nantinya untuk seluruh masyarakat Sumsel tidak terkecuali para suporter Sriwijaya FC," tegas Nelson Firdaus.

Untuk sementara tiket LRT nantinya masih direncanakan sebesar Rp 5.000,- namun ia menerangkan itu belum final soal harga tiket

"Saat ini masih direncanakan Rp 5.000 tapi nanti masih dibahas masalah harga tiket," ujarnya.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan harga tiket kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang hanya sekitar Rp 5.000 per penumpang untuk sekali perjalanan.

Pemerintah, kata Budi, akan sepenuhnya memberikan subsidi agar harga tiket bisa dijangkau oleh masyarakat.

"LRT ini angkutan masa depan, kami harus menumbuhkan satu pola di masyarakat agar mau menggunakan LRT, lalu mengurangi penggunaan mobil dan roda dua," kata Budi.

Adapun harga tiket sebesar Rp 5.000 ini jauh berkurang dari perkiraan yang pernah disampaikan Budi pada pertengahan Mei 2017.

Saat itu, ia memperkirakan harga tiket akan berada di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per orang.

Namun penentuan harga tiket ini, kata Budi, masih terus dibicarakan. Namun, Ia memastikan belum ada rencana pemerintah untuk melakukan komersialisasi terhadap sarana LRT ini nantinya.

"Pada dasarnya tetap subsidi," kata Budi.

Menteri Budi sebelumnya meninjau langsung progress pembangunan proyek LRT yang rencana siap digunakan pada gelaran Asian Games per Agustus 2018 mendatang. 
Proyek yang menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun jamak 2016-2018 hingga Rp 10,9 triliun tersebut.

Proyek ini ditargetkan bisa dilakukan uji coba sekitar Februari 2018.

Pembangunan jalur LRT sendiri sudah dimulai sejak 21 Oktober 2015 dan ditargetkan dapat beroperasi penuh pada Juni 2018, atau dua bulan menjelang pelaksanaan ajang olahraga terbesar se-Asia itu.

Jalur LRT membentang sepanjang 23,4 kilometer dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ke Kompleks OlahragaJakabaring, hingga Depo LRT yang berada di Ogan Permai Indah, Kabupaten Banyuasin.

Penulis: Advertorial
Editor: pemprovsumsel
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
5500 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas