KSOP dan Dishub Segera Bentuk Tim Waskat, Awasi Kelengkapan Keselamatan Kapal

Kamis, 4 Januari 2018 22:20 WIB
KSOP dan Dishub Segera Bentuk Tim Waskat, Awasi Kelengkapan Keselamatan Kapal - dishub_sumsel.jpg
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
KSOP dan Dishub Segera Bentuk Tim Waskat, Awasi Kelengkapan Keselamatan Kapal - KSOP.jpg
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ

PALEMBANG -- KSOP (Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Palembang) dan Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel sepakat membentuk Tim Waskat (Pengawasan Melekat) sebagai bentuk pengawasan terhadap kapal angkutan penumpang pedalaman.

"Kapal GT di bawah 7 ton itu kewenangan kelayakannya dikeluarkan Dishub setempat.”

”Sudah lama untuk dirapatkan bersama Dishub KSOP.”

”Jangan kita dikalahkan pemilik speedboat untuk melengkapi life jacke atau life buoy.”

“Sebelum diterbitkan sertifikat keselamatan, kapal itu harus dicek kelengkapan keselamatannya," tegas Plh Kepala KSOP, Suharto, Kamis (4/1/2018).

===

Pernyataan KSOP ini sebagai salah satu bentuk keprihatinannya setelah melihat kasus speedboat yang memakan korban lantaran tidak menyediakankan kelengkapan keselamatan penumpang.

Rizal (52), salah satu korban selamat tenggelam Speedboat Awet Muda diperairan Tanjung Serai bagan 13, Kabupaten Banyuasin, Rabu (3/1/2018) sekitar pukul 17.30 WIB menceritakan kronologis karamnya speedboat naas yang ditumpanginya bersama puluhan orang lainnya.

Diceritakan warga Jalan Kolonel H. Burlian KM 10 Palembang ini, speedboat saat bertolak dari Primer II Karang Agung hendak menuju ke Palembang tidak mengalami kendala apapun

 Namun sekitar setengah jam berjalan Speedboat mengalami kerusakan mesin atau mesinnya mati.

"Saat itu Speedboat tiba-tiba mesinnya mati.”

”Rupanya ada As mesin yang patah, serangnya langsung menghubungi speedboat lain untuk minta bantuan.”

”Namun sebelum bantuan datang memang speedboat dipaksakan untuk jalan dengan ugal-ugalan oleh Serangnya," katanya.

===

Saat dipaksakan berjalan itulah tiba-tiba ada gelombang sekitar satu meter lebih langsung menghantam speedboat.

Seketika speedboat terbalik hingga seluruh penumpang panic, sampai ada yang mengambil jerigen sebagai pelampung.

"Kebetulan saat itu saya duduk di bagian belakang speedboat jadi saya langsung lompat ke air berenang.”

”Beruntung ada perahu ketek langsung menghampiri saya dan penumpang lainnya, meskipun ada beberapa penumpang yang tidak bisa diselamatkan," jelasnya.

===

Menurut Suharto yang juga menjabat Kasi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Palembang, untuk kapal angkutan lintas kabupaten itu sertifikat keselamatannya yang mengeluarkan adalah Dishub Provinsi.

"Kalau aspek keselamatan tidak melengkapi hendaknya jangan dikeluarkan sertifikat.”

”Untuk itu segera bentuk Tim Waskat, dimana semua yang terlibat di atas air untuk pengawasan kapal pedalaman dan speedboat yang membawa penumpang ke jalur-jalur di wilayah Sumsel.”

”Paling tidak speedboat harus dilengkapi life jacket dan life buoy.”

”Pemili, Dishub, polisi, TNI AL, Polairud juga diundang.”

“Pengusaha kapal hendaknya beli kelengkapan keselamatan.”

”Kegunaannya kalau tenggelam biar bisa ngapung, jadi hukumnya wajib dan kalau ditinggalkan berdosa," kata Suharto.

===

Meski demikian Suharto mengatakan pihaknya masih tetap menyampaikan laporan ke pusat atas kejadian ini.

"Speedboat bernama Awet Muda membawa penumpang 55 orang dan 2 orang ABK.”

”Kita lapor ke pusat walaupun itu motor sungai pedalaman.”

”Dari Primer 2 kejadiannya tanggal 3 Januari 2018 sampai PU Banyuasin mengalami pecah bagian haluan diduga kena hantaman ombak.”

”Info terakhir korban ditemukan 2 orang, 11 orang yang belum ketemu dan 42 yang selamat.”

”Tim lagi menyisir di TKP, sementara TNI AL, Basarnas beserta KPLP ikut pencarian evakuasi dekat simpang PU Banyuasin.”

”Kapal itu di bawah pengawasan Dishub Muba," jelasnya.

===

Plt Kadishub Provinsi Sumsel, Nelson Firdaus, didampingi Plh KUPTD PPALSDP, Iman Budi Santoso, menyambut baik rencana pembentukan Tim Waskat.

"Kita menyambut positif.”

”Dishub kabupaten kota dan pihak terkait akan membicarakan itu.”

”Harapan kita kabupaten kota tidak memberikan sertifikat keselamatan dan segera membentuk tim Waskat.”

”Kita menyampaikan rasa prihatin.”

”Korban ini tercover oleh asuransi Jasaraharja, tertanggung semua dan jemput bola," kata Nelson.

===

Dijelaskannya, sebetulnya dalam Peraturan Menteri Perhubungan No KM 58 Tahun 2007 pada saat rampcheck hari tertentu, jadwal tertentu telah dilakukan Dishub.

"Pada saat razia kita juga laksanakan, termasuk kelengkapan keselamatan untuk di atas 7 GT.”

”Kalau di bawah 7 GT kabupaten/kota.”

”Namun demikian kita provinsi pada hari tententu, seperti natal, tahun baru atau lebaran akan melakukan Ramcek dan saat razia 2 kali setahun.”

”Untuk pengawasan rutin itu tanggungjawab kabupaten/kota.”

”Sementara untuk alur pelayaran yang menentukan KSOP, Pemerintah Pusat.”

”Speedboat ini berangkat dari KarangAgung menuju 16 Ilir.”

”Kalau dari dermaga pemerintah seperti 16 Ilir ada petugas Dishub Kota.”

”Sudah dilakukan pengawasan tapi kan mereka juga mengambil penumpang di luar dermaga itu kita kurang mengawasi," terang Nelson.

===

Sebetulnya kata Nelson, pada tahun 2016 Direktorat Keselamatan Kemenhub telah menyumbang ratusan kelengkapan keselamatan di Sumsel.

Lalu pada tahun 2015 Dishub Sumsel menyumbang 250 unit life jacket kepada operator.

"Cuma karena kapal banyak ‘dak tercover.”

”Standar jumlah life jacket (jaket pelampung) ataupun life buoy (berbentuk donat) harus sama dengan jumlah seater penumpang tersedia plus ABK.”

”Jumlah penumpang Plus 10 persen dari jumlah kapasitas," pungkasnya.

Penulis: Advertorial
Editor: pemprovsumsel
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
5499 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas