BNI Salurkan Bansos dari Kemensos, Bantuan yang Diberi Dilarang Keras untuk Ini

Kamis, 2 November 2017 14:21 WIB
BNI Salurkan Bansos dari Kemensos, Bantuan yang Diberi Dilarang Keras untuk Ini
PEMPROV SUMSEL
Percobaan penggunaan kartu penerima dana Bansos bagi penyandang disabilitas di Kantor Dinsos Sumsel, Kamis (2/11/2017

PALEMBANG - Bank Negara Indonesia (BNI) menyalurkan bantuan sosial (bansos) Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB) di kota Palembang dari Kementerian Sosial RI di kantor Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (2/11/2017).

Sementara penyaluran bansos untuk Asistensi Lanjut Usia (Aslut) akan disalurkan besok. 

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Belman Karmuda mengatakan berterima kasih kepada pihak BNI wilayah Palembang yang telah ikut serta menyalurkan bantuan.

Ia berharap bansos tersebut digunakan untuk yang bermanfaat.

“Duit itu digunakan untuk manfaat positif, jangan belanja ke mal,  ke Transmart, Itu mahal. Kalau duit ini dihabiskan dalam sehari sudah habis,” kata Belman. 

Belman menerangkan ini merupakan penyaluran tahap pertama bansos tahun 2017 yang diberikan langsung secara bertahap. Di tahap pertama ini diberikan 4 bulan sekaligus, jika satu bulannya sebesar Rp 300 ribu, artinya 4 bulan mencapai Rp 1,2 juta. 

“Dana ini peruntukkannya untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas dan lanjut usia terutama terkait gizi, kebutuhan dasar anak-anak. Ini merupakan amanah dari Kemensos,” ungkap Belman.

Pimpinan Wilayah BNI Palembang, Afien Yuni Yahya menambahkan bahwa hari ini diserahkan 312 bantuan non tunai dari Kemensos untuk ASPDB di kota Palembang.

Bantuan tersebut berupa Kartu Keluarga Sehat yang berfungsi sebagai ATM. Ada 9 pendamping yang mendampingi para penerima bantuan di kota Palembang

“Jadi ini bisa diambil dimana saja dan kapan saja. Yang pasti peruntukan benar,” kata Afien. 

Afien menambahkan BNI merupakan salah satu bank Indonesia dan merupakan bagian dari tugas BNI untuk menyalurkan bantuan.

Ia menjelaskan BNI pula ada Agen46 untuk menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat (Layanan Laku Pandai, Layanan LKD dan Layanan e-Payment).

“Kami ada alat memudahkan agen46 bagian dari pemerintah untuk inklusi keuangan. Bukan hanya dilayani di bank dan mesin ATM tapi pula agen46 banyak yang bisa dilakukan seperti mengambil uang dan lain sebagainya sehingga masyarakat yang menerima bantuan bisa memanfaatkannya,” ungkapnya.

Penulis: pemprovsumsel
Editor: pemprovsumsel
Sumber:
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
5362 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas