Gubernur Sumsel Alex Noerdin Tinjau Lokasi Kebakaran

Sabtu, 1 Agustus 2015 20:24 WIB

PALEMBANG- Didampingi oleh beberapa kepala dinas yang bertugas di kantor pemerintahan Sumatera Selatan (Sumsel), Gubernur (Sumsel), Alex Noerdin mendatangi lokasi kebakaran yang terjadi di Jalan KH Azhari Lorong Firma Haji Akil RT 10, 13, dan 14 RW 04 Kelurahan 3-4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1. Jumat (31/7).

Alex yang menggunakan mobil dinasnya, Toyota Kijang Innova berwarna hitam ini datang untuk meninjau, dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah kebakaran tersebut.

Ia berkomunikasi dengan mendatangi tenda-tenda bantuan yang ada dilokasi kebakaran. Iapun sempat berbincang kepada warga yang saat itu sangat antusias akan kedatangan orang nomor satu di Sumsel tersebut.

Tak hanya meninjau tenda-tenda pengungsi, Alexpun langsung turun kelokasi tempat terjadinya kabakaran, dan menyaksikan puing-puing bangunan rumah yang telah dipasang oleh garis polisi itu.

Disela-sela kunjungannya, Alex mengatakan banyaknya pemukiman kumuh serta padat penduduk yang berada dikota Palembang harus menjadi perhatian. Terlebih setelah musibah kebakaran yang menghanguskan 52 rumah, dan 527 warganya harus kehilangan tempat tinggal.

Menurutnya, setelah terjadinya peristiwa kebakaran namun masyarakat dilokasi kebakaran tersebut membangun kembali rumahnya secara sendiri-sendiri, maka pemukiman kumuh seperti itu akan kembali terjadi.

Sehingga Alex mengatakan, telah menghubungi pemerintah kota Palembang untuk menata ulang dengan sistem konsilidasi lahan di bekas lokasi kebakaran tersebut. Hal ini bertujuan, agar dilokasi tersebut tidak berdiri lagi bangunan kumuh.

"Ditata, masyarakat harus rela mengurangi lahannya sedikit untuk fasilitas umum, maka setahun kampung ini akan menjadi kampung baru. Pemerintah tinggal masuk untuk membantu air bersih, listrik, serta uang muka untuk kembali membangun rumah. Kalau dibiarkan bakal menjadi kampung kumuh lagi," ujarnya saat meninjau lokasi kebakaran, Jumat (31/7).

Alex menambahkan, bila masih terdapat wilayah kumuh, dan kembali memasuki musim kemarau, maka rumah-rumah tersebut akan rentan terjadinya musibah kebakaran. "Bila memasuki musim kemarau seperti ini, rumah panggung yang bermaterialkan bahan kayu ini, akan mengering pada siang, dan menjadi seperti kayu bakar, kering, dan apabila terkena percikan api akan mudah sekali terbakar. Susah untuk memadamkannya, baru padam bila apa yang hendak dibakarnya habis, bukan dipadamkan oleh kita-kita," katanya.

Selain itu, sulit memadamkan api diwilayah seperti itu, karena akses jalan yang sempit, sehingga mobil dinas pemadam kebakaran tidak bisa masuk kelokasi. Jadi Alex berharap hal ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat. "Jadi hati-hati, berhentilah merokok semaunya," ucapnya.

Alex mengatakan untuk mengantisipasi kembali terjadinya kebakaran. Masyarakat harus waspad dini terhadap terjadinya kebakaran, memeriksa kompol, dan siapkan alat pemadam kebakaran. "Siapkan pasir didapur, itu yang efisien dan paling muarah untuk memadamkan api," jelasnya

Penulis: Advertorial
Editor: pemprovsumsel
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1811 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas